Sebelum Menemukan Bunga Udumbara, Ia Mimpi Kedatangan Seorang Raja

Sebelum Menemukan Bunga Udumbara, Ia Mimpi Kedatangan Seorang Raja

Laris Manis Jaket Jokowi, di Online dan Mal Baru Dirilis Langsung Ludes
#SkipChallenge, Permainan dengan Risiko Kematian yang Lagi ‘Booming’
Anda Percaya 5 Sumber Penghasilan Ini yang Bikin Syahrini Bisa Hidup Bermewah-mewahan?

Tabloidwanita.com – Kadek Suardana (36), pria yang menemukan bunga langka Udumbara di halaman rumahnya, sempat bermimpi yang dianggapnya aneh. Sehari sebelumnya, Suardana mengaku bermimpi didatangi oleh seorang raja dengan mahkota di kepalanya.

Menurut Suardana, sang raja datang ke lingkungan BB Agung, Kelurahan BB Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, itu tanpa berucap sepatah kata pun, lalu berlalu.

“Tapi dalam mimpi itu, raja itu sama sekali tidak ngomong apa-apa, hanya tersenyum kepada saya,” ucap Suardana saat ditemui Liputan6.com di rumahnya, Jembrana, Bali, Senin (31/10/2016) sore.

Kadek Suardana

Kadek Suardana, penemu bunga Udumbara. (Foto: Bali Berkarya)

Suardana kemudian menceritakan perihal mimpinya kepada sang istri Made Kusuma Wati (37). Usai bercerita, Suardana bertanya ke istrinya apa arti dari mimpinya itu. Sang istri juga tidak mengetahui apa arti dari mimpi tersebut.

Pada sore harinya, saat bersih-bersih di halaman belakang rumah, sang istri melihat ada benda aneh seperti mengeluarkan cahaya di ranting pohon jeruk yang tumbuh di dekat Pelinggih Penunggun Karang — tempat suci di pekarangan rumah berdasarkan kepercayaan umat Hindu.

“Istri saya langsung mendekati dan terlihat tanaman itu. Awalnya dikira jamur dan karena aneh istri saya memotong ranting pohon jeruk tersebut. Anehnya, tak satu pun bunga aneh itu jatuh atau gugur,” tutur Suardana. (Baca: Udumbara, Bunga Langka yang Mekar 3000 Tahun Sekali Tumbuh di Jembrana Bali)

Bunga Udumbara

Bunga Udumbara yang ditemukan di pekarangan rumah Suardana

Setelah dipotong rantingnya, bunga aneh tersebut kemudian disimpan dalam kaleng plastik. Setelah seminggu, ternyata bunga itu tidak layu layaknya jamur layu dalam seminggu.

“Barulah begitu mertua saya main ke rumah saya tunjukkan bunga itu dan dibilang itu bunga Udumbara. Mertua saya juga menyuruh saya untuk mengecek di Google untuk mengecek apakah bunga Udumbara yang ditemukan istri saya sama dengan yang di Google,” kata dia.

udumbara

Udumbara, bunga yang diketahui mekar hanya 3.000 tahun sekali itu ternyata ditemukan di Jembrana, Bali. (Foto: Liputan6.com/Dewi Divianta)

Setelah dicek, ternyata bunga Udumbara hasil penelusuran di situs pencari, sama persis dengan yang ditemukan istrinya itu, Suardana kemudian menyimpannya.

Suardana mengaku semenjak menemukan bunga langka itu, ia banyak mengalami kejadian aneh. Suardana yang kesehariannya membuat neon box itu seorang penakut yang tidak berani keluar malam sendirian. Semenjak menemukan bunga itu, dia menjadi pemberani.

Jika bekerja membuat neon box saat malam hingga subuh, dia merasa selalu ada yang menemani dan menjaga di sampingnya. Begitu dia menoleh, orang itu tidak ada.

“Dulu saya penakut, kalau mau kencing ke WC malam hari, selalu minta istri yang ngantar. Tapi setelah menemukan bunga itu saya tidak pernah takut keluar malam sendirian,” ujar dia.

Usai penemuan bunga langka itu, Suardana pernah menanyakan perihal bunga itu kepada seorang pemangku atau sulinggih. Tak disangka, menurut pemangku, bunga Udumbara yang menurut situs pencari hanya tumbuh dan mekar 3.000 tahun sekali itu disebut mendatangkan berkah.

“Ini saya buktikan, setelah menemukan bunga itu rezeki saya lancar, tiap hari ada saja yang memesan neon box. Dibandingkan sebelumnya rezeki saya sangat seret. Keadaan rumah tangga saya juga tenteram,” ucap dia.

Bunga Udumbara yang ditemukan di rumah Suardana

Bunga Udumbara yang ditemukan di rumah Suardana

Semenjak penemuan bunga langka itu, tidak berselang lama anaknya yang duduk di kelas tiga sekolah dasar menemukan bunga serupa di daun pintu rumahnya. Hingga kini, bunga Udumbara tersebut masih tumbuh subur dan tidak pernah layu meskipun sudah berumur satu tahun saat ditemukan pertama.

Komentar